Indonesia Pernah Dihantam Hoax Kiamat Internet Tahun 2012

Mungkin tidak banyak orang tahu atau juga ada yang sudah lupa bahwa pada bulan Juli 2012 kemarin, pengguna internet di Indonesia sempat termakan hoax terkait dengan bakal berakhirnya internet atau disebut dengan istilah Internet Doomsday (Kiamat Internet) yang disebabkan serangan sebuah trojan super ganas bernama DNSChanger Trojan.

Menurut kisah awalnya yang bermula pada bulan April 2012, ada laporan bahwa pada tanggal 9 Juli 2012, FBI akan mematikan internet di seluruh dunia secara serempak guna menangkal serangan DNSChanger Trojan yang berasal dari cybercriminal yang berasal dari Estonia. DNSChanger Trojan ini mampu merusak sistem dan router semua PC atau perangkat elektronik apapun yang terhubung dengan internet berbasis Windows ataupun Mac.

Sebenarnya DNSChanger Trojan sendiri bukan sebuah hoax karena memang sempat ada serangan yang terjadi pada tahun 2007 dan membuat lebih dari 500 PC berbasis Windows dan MacOS lumpuh tidak dapat digunakan. Oleh karenanya, ketika ada laporan bahwa bakal muncul serangan DNSChanger Trojan lanjutan pada pertengahan bulan Juli itu, maka FBI akan mematikan jaringan internet di seluruh dunia agar DNSChanger Trojan tidak dapat menyebar.

Dan dari bulan ke bulan sebelum tibanya tanggal di mana disebut sebagai hari kiamatnya internet tersebut, banyak ulasan sampai dengan penciptaan software-software khusus untuk dapat menangkal serangan DNSChanger Trojan itu. Namun terkait dengan hal ini, justru tidak sedikit pakar IT yang meragukan bahwa FBI akan mematikan jaringan internet secara global ditambah lagi, jika memang benar-benar ada serangan DNSChanger Trojan, maka dampak yang dihasilkan tidak sebesar atau seburuk seperti yang diperkirakan.

Dan ketika tanggal 9 Juli 2012 tiba, ternyata ketakutan akan serangan DNSChanger Trojan yang dapat membuat internet kiamat serta upaya FBI untuk mematikan jaringan internet secara global tidak terbukti. Banyak perkantoran atau orang-orang umum yang menggunakan internet tetap beraktivitas normal tanpa ada gangguan apapun.

Hoax kiamat 2012

Namun uniknya, ketika di Indonesia sendiri pada akhirnya bernapas lega karena memang kiamat internet tersebut tidak terbukti, justru hanya dalam beberapa jam setelahnya, di hari yang sama, FBI membuat press release yang mengatakan bahwa sampai sekarang serangan DNSChanger Trojan masih terjadi dan sudah menginfeksi ribuan perangkat komputer dan laptop di Negara Paman Sam tersebut.

Dan pada akhirnya, setelah hari H terlewati, tidak ada kehebohan lagi mengenai kiamat internet sampai dengan serangan DNSChanger Trojan yang katanya sangat menakutkan tersebut. Bahkan tidak ada konfirmasi lanjutan dari pihak FBI terkait dengan masalah itu lagi.

Tentu saja dengan beredarnya hoax tersebut dan akhirnya membuat banyak orang di Indonesia pada khususnya menjadi panik, maka dapat dijadikan satu pelajaran berarti bahwa tidak semua yang terdapat dan diketahui dari internet itu adalah benar adanya.

Adapun jika benar-benar internet global mati, maka secara logika tidak hanya dapat menghambat penyebaran dari DNSChanger Trojan itu saja, melainkan juga dapat merugikan banyak pihak di seluruh dunia. Hal itu dikarenakan sejak memasuki tahun 2010 ke atas, banyak orang di seluruh dunia yang sudah menggunakan internet dalam aktivitas kesehariannya. Bahkan tidak sedikit pula perusahaan-perusahaan besar yang memakai jaringan internet sebagai sarana bisnis mereka.

Selain masalah bisnis, sisi komunikasi juga akan terganggu karena walaupun ada jaringan terlepon, namun dengan adanya internet, tidak sedikit yang lebih suka menggunakan jaringan internet dalam berkomunikasi karena lebih cepat dan murah.