Sudah Ditutup, Inilah Deretan Fakta Seputar Internet Bolt

Bolt merupakan layanan yang menyediakan jaringan 4G LTE Dan pertama kali diluncurkan di bulan November 2013. Layangan yang inovatif tersebut memudahkan para pemakai untuk memanfaatkan sinyal wifey di manapun mereka berada sehingga ketika mereka ingin mengakses internet akan menjadi jauh lebih mudah. Layanan ini terus berkembang tiap tahun dari awal, walaupun pada mulanya mereka hanya bergerak sebatas Jabodetabek saja sampai ke Medan.

Namun pada 28 Desember 2018 lalu, layanan ini resmi ditutup karena menunggak biaya hak penggunaan frekuensi radio pada negara untuk biaya tahun 2016. Nilai tunggakannya pun tidak tanggung tanggung, yaitu mencapai angka 343 miliyar. Tentu sangat disayangkan jika layangan ini harus ditutup. Namun apa boleh buat, karena ini merupakan ketentuan dari negara. Sebagai bentuk rasa terima kasih karena telah menjadi penyedia layanan internet terbaik untuk Indonesia, berikut adalah fakta layanan internet Bolt :

  1. Pada awalnya dimiliki oleh internux

Ketika diluncurkan pertama kali di bulan November 2013, layanan ini dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi swasta yaitu Internux. Ketika itu, nilai investasi yang dikeluarkan mencapai angka 6,3 Triliun untuk menyewa menara serta membuat perangkat modem. Di tahun 2014, kemudian PT first media melakukan akuisisi saham sebanyak 629,4% dan layanan tersebut resmi menjadi bagian dari PT first media.

  1. Pembukaan gerai pertama dilakukan di Plaza Semanggi

Gerai fisik yang pertama kali dibuka untuk layanan internet ini yaitu di Plaza Semanggi, tepatnya pada 29 November 2013 tidak lama jalannya setelah layanan tersebut diluncurkan secara resmi ke seluruh kawasan Jabodetabek. Gerai pertama ini dibuka di kawasan Plaza Semanggi sebab tempat tersebut memiliki jarak yang sangat dekat dengan perkantoran serta kampus yang memang menjadi salah satu target pasar terbesar layanan internet tersebut.

Internet Bolt

  1. Berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi

Tidak dapat dipungkiri, pelayanan yang diberikan oleh layanan internet satu ini berhasil mengantarkan mereka pada berbagai penghargaan, yaitu salah satunya penghargaan Indonesia wow Brand 2015 pada bidang telekomunikasi, gadget, serta tv kabel. Selain itu, presiden direktur bolt juga berhasil mendapatkan penghargaan Indonesia most Inspired CEO 2016 karena memiliki gaya kepemimpinan yang luar biasa dalam menghadirkan layanan internet tersebut kepada masyarakat.

  1. Masih memiliki ribuan pelanggan setia

Dikutip dari beberapa sumber, Kominfo sendiri mengatakan bahwa sampai 20 Desember 2018 sebelum penutupan, terdapat 10169 pelanggan aktif yang memiliki kuota internet di atas 100 Ribu rupiah. Kemudian, di 25 Desember 2018 juga masih terdapat 5056 pelanggan aktif yang memiliki kuota sama. Penurunan jumlah pelanggan tersebut karena pihak penyedia layanan segi sudah memberikan informasi kepada para pelanggan tentang penutupan layanan yang akan mereka lakukan. Bagi para pelanggan yang masih mempunyai QUOTA, pelanggan tersebut dapat melakukan klaim pengembalian uang dengan mengikuti petunjuk yang sudah dijelaskan melalui website resmi.